Menyiasati Tantangan Berkebun Pisang

Saat awal menanam pisang, saya tahu lokasinya rentan banjir, karena sebelumnya lahan tersebut merupakan sawah. Posisinya juga tidak jauh dari kali Citarum. Karena hal itu, saat menanam pisang, lubang tanam tidak terlalu dalam. Saya dan Qchen adik saya memilih untuk meninggikan pokok/pangkal tanaman agar tidak terendam.

Selain itu, dibuat juga beberapa parit kecil dan kolam penampungan air.

Setelah menanam bibit, pentingnya saluran air tidak terlalu terlihat, karena saya justru harus menghadapi musim kemarau. Alih-alih menghadapi banjir, saya justru menghadapi kekeringan yang memaksa saya mengebor air dan menerapkan sistem irigasi tetes. Bisa dilihat pada beberapa foto yang saya tambahkan.

Saat musim hujan kembali datang, barulah pentingnya parit kembali muncul. Hujan beberapa hari berturut-turut menyebabkan genangan yang jika tidak segera diatasi, bisa menyebabkan tanaman pisang layu dan kemudian mati.

Harusnya hal ini disiapkan dan diprediksi sejak awal, ya namanya juga petani pemula, susah tahu penting tapi tidak langsung action karena tidak terlihat nilai pentingnya, ditambah lagi budgetnya diarahkan untuk keperluan yang lebih urgent.

Maksudnya bagaimana? Maksudnya begini. Saat itu musim kering. Tanaman merana kekurangan air. Jika budget yang ada saya gunakan untuk menggali saluran air menghadapi musim hujan, bibit yang ada keburu mati. Ibarat orang sudah setengah mati kehausan, bukannya dikasih air malah uangnya digunakan untuk memperbaiki saluran.

Ehm, kayaknya nyari pembenaran, Iya, anggaplah begitu, hehehe…

Nah sekarang setelah tanaman terendam, apa yang harus dilakukan. Setelah berkunjung ke kebun dan melihat langsung, saya memutuskan untuk segera membuat saluran air berupa parit di masing-masing jalur. Paritnya agak lebar karena tanahnya digunakan untuk meninggikan pangkal/bonggol tanaman pisang.

Nantinya parit akan dibuat lebih dalam. Diatasnya bisa saja nanti dipasangi rel untuk mengambil hasil panen, tapi itu urusan berikutnya.

Di beberapa sudut kebun dibuatkan kolam penampungan agar jika ada air berlebih bisa ditampung, sekaligus sebagai cadangan air saat musim kemarau.

Untuk lahan kebun Zeze Zahra, saya mengerahkan 5 orang yang berbarengan membuat parit. Yang mengerjakan adalah petani sekitar yang biasa membuat parit untuk tanaman timun dan biasa bekerja di sawah. Masing-masing jadi dapat benefit. Petani dapat penghasilan tambahan, keperluan Zeze Zahra juga dapat segera dituntaskan. Diperkirakan akan memakan waktu 10 hari sampai tuntas semua.

Saat ini sebagian besar parit sudah selesai dan air sudah tidak menggenangi tanaman. Apakah sudah menyelesaikan masalah? Belum tentu, karena masih harus dilihat perkembangannya. Yang jelas, tiap proses akan selalu memberikan kesempatan kita untuk belajar.

Apa yang tidak mematikan kita, akan mendewasakan kita. Tsah… Menyiasati Tantangan Berkebun PisangMenyiasati Tantangan Berkebun Pisang

Comments are Disabled