Menyiasati Kekurangan Hidup : Kebun dan Kios Pisang Zeze Zahra

Beberapa rekan bertanya, dimana lokasi Zeze Zahra? Jawaban saya tergantung. Tergantung yang ditanya kios aneka pisang Zeze Zahra atau kebun pisang Zeze Zahra.

Kios aneka pisang Zeze Zahra ada di Bekasi Timur. Dekat rumah saya dikawasan perumahan pinggiran kota. Kebun pisang Zeze Zahra ada di wilayah Batujaya Karawang. Butuh waktu sekitar 1.5 sd 2 jam dari kios ke kebun.

Jauh amat? Iya lah. Mahal kalau bertani pisang di kota Bekasi. Tanahnya saja bisa 5-15 juta per meter persegi. Untuk lahan 100 meter bisa habis uang 500 juta rupiah. Nggak bisa tanam pohon pisang, harus tanam pohon duit baru bisa kembali modal, hehehe…

Di Karawang pelosok, harga tanah masih cukup terjangkau. Saat awal mula bertanam pisang, saya berencana membeli lahan 100 meter saja. Disesuaikan dengan kemampuan dan daya beli. Ternyata lahan yang dijual rata-rata diatas 1000 meter. Jadilah saya ambil tabungan, agar bisa mendapat lahan yang sesuai.

Karena lokasi cukup jauh, tidak mungkin saya tiap hari mondar mandir kesana. Selain karena saya masih aktif mengurus Excellent (PT Excellent Infotama Kreasindo, IT services provider, https://www.excellent.co.id), mondar-mandir kesana tentu menyita waktu dan melelahkan. Beruntung bagi saya karena saya mendapat orang kepercayaan, yaitu pak Amoy. Pak Amoy yang membantu mengurus sawah, ladang dan ternak disana.

Adik saya Qchen punya rumah di pinggiran kampung di kabupaten Bekasi. Harga tanah disana juga lebih rendah daripada di kota Bekasi. Qchen membeli tanah di pinggiran kampung. Tanah itu gersang sekali. Saya melihatnya saat musim kemarau dan tidak berminat sama sekali. Tapi Qchen membelinya karena dekat dengan rumahnya.

Ditangan Qchen, lahan gersang itu bisa disulap jadi hijau royo-royo. Dia menebarkan pesak (sekam padi) kemudian melapisinya dengan pupuk kandang. Lahannya jadi subur. Dia menanam kangkung, tanaman obat, palawija dan bibit pisang. Dia juga memelihara ayam dan kelinci. Bagi saya yang biasa menonton serial “Live Free or Die” di NatGeo, rumah dan kebun Qchen ini cocok bagi orang yang ingin mandiri pangan, bisa mencukupi sebagian besar kebutuhan hidup sehari-hari.

Kebun Qchen dijadikan sebagai plasma nutfah. Pusat bibit yang saya beli dari beberapa tempat. Bibit bonggol Fhia17, bibit pisang mas Kirana dari Lumajang, bibit pisang Barangan dari Medan, bibit pisang Raja Bulu+pisang Ampyang/Kreas dari Kebumen dan bibit pisang Tanduk Sukabumi mampir di kebun Qchen sebelum nantinya ditanam di kebun Zeze Zahra di Karawang.

Beberapa waktu yang lalu, Qchen menambah lahan disebelahnya. Setelah dibersihkan dari gulma dan semak, dia menjadikan lahan tersebut sebagai lahan ujicoba beberapa tanaman pisang pilihan.

Uangnya banyak amat bisa beli lahan beli bibit buka kios dan lain-lain. Uangnya tidak banyak, karena kami datang bukan dari keluarga yang berkecukupan. Tapi kami punya prinsip, jika ada hobi, keinginan dan tujuan yang ingin dicapai, kami akan berusaha mendapatkannya. Kami pernah berjualan pisang goreng, es mambo dan petasan Menyiasati Kekurangan Hidup : Kebun dan Kios Pisang Zeze Zahra saat kecil. Saya pernah mengajar les privat, membuka rental komputer, menjadi buruh pabrik hingga menjadi pemetik buah-buahan.

Uang serupiah dua rupiah yang didapatkan dikumpulkan. Butuh waktu cukup lama sampai bisa membeli perlengkapan. Perlengkapan itu (komputer, akses internet) itu yang digunakan untuk mencari uang yang lebih besar agar bisa membiayai tujuan lain seperti membeli lahan dan bertanam pisang.

Bagi rekan-rekan yang lahir dari keluarga petani, dari keluarga orang kebanyakan, jangan pernah malu dan menyerah. Bagi rekan-rekan yang berpeluh keringat, baju penuh getah pisang, kotor karena lumpur, jangan lupa mencucinya, hehehe… Maksudnya, jangan pernah menyesali dan merasa malu karenanya. Penghasilan yang didapatkan adalah penghasilan yang insya Allah berkah, diusahakan dengan niat baik, dijalani dengan cara yang baik dan akan menghasilkan hasil yang baik.

Jangan khawatir jika sekarang masih belum terlihat hasil luar biasa. Air mendidih di suhu 100 derajat. Bisa jadi usaha kita baru sampai 40, 50 atau 70 derajat. Terus konsisten memperbaiki kualitas diri, insya Allah hasilnya akan sepadan.

Jika sekarang belum punya lahan, kita bisa mulai dengan menjual buah. Jika saat ini belum punya modal besar, kita bisa mulai dengan menjual daun dan jantung pisang. Kita bisa mulai dari modal yang kecil dari usaha sendiri.

Saat harga pisang jatuh, kita bisa mencari akal dan alternatif lain. Bisa dalam bentuk pengolahan pisang bisa dalam bentuk pembuatan penganan. Kalau kita dalam posisi under pressure dibawah tekanan untuk bertahan hidup, kita pasti akan selalu menemukan jalan keluar. Jangan menyalahkan kondisi, situasi, menyesal lahir dari keluarga miskin, menyalahkan hal-hal diluar diri kita.

Berusaha merawat kebun, merawat tanaman, menghasilkan panen yang bagus, belajar dari berbagai hal agar kualitas hidup kita terus meningkat.

Hidup kita milik kita, susah maupun senang, kita juga yang menjalaninya.

Comments are Disabled